Langsung ke konten utama

Skala Peta

1. Pengertian dan Macam Skala Peta
Skala peta adalah perbandingan antara suatu jarak di atas peta dengan jarak yang diwakilinya di muka bumi. Selain daripada itu skala peta dapat diartikan sebagai berikut:
a. Perbandingan jarak antar dua titik sembarang di peta dengan jarak horizontal kedua titik itu di permukaan bumi (dengan satuan ukuran yang sama).
b. Angka perbandingan antara jarak dua titik dalam suatu informasi geospasial dengan jarak tersebut di muka bumi.
c. Perbandingan antara jari-jari globe dengan jari-jari bumi (spheroid).
d. Perbandingan antara jarak di peta, globe, model relatif atau penampang melintang dengan jarak sesungguhnya di permukaan bumi.

2. Mencari Skala Peta dan Mengubah Skala Peta

Seringkali terdapat suatu peta yang dibuat dengan tidak mencantumkan skala petanya, hal ini akan dapat menyebabkan kebingungan atau ketidak jelasan bagi pengguna peta untuk menggunakan peta tersebut karena tidak dapat diketahui secara pasti berapa perbandingan yang digunakan dalam pembuatan peta tersebut antara jarak di peta dengan jarak sebenarnya yang ada di lapang. Untuk mengatasi keadaan ini ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencari besarnya skala peta dari suatu peta yang tidak mencantumkan skala petanya. Selain itu kadang untuk keperluan tertentu diperlukan peta baru yang ukurannya lebih kecil atau lebih besar dari peta yang tersedia sehingga diperlukan tindakan untuk mengubah skala peta dari peta yang ada menjadi peta dengan skala yang sesuai kebutuhan Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencari skala peta dari peta yang tidak mencantumkan skalanya dan ada beberpa metode yang dapat digunakan untuk mengubah skala peta menjadi lebih besar atau lebih kecil. Kedua cara tersebut akan dibahas dalam uraian berikut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembuatan Penampang (Profil), dan Menghitung Kemiringan Lereng

Profil atau penampang atau vertical section adalah gambaran bentuk suatu penampang dari suatu daerah apabila daerah tersebut dipotong oleh suatu bidang vertikal yang tegak lurus pada permukaan. Penggambaran profil dapat dengan dua cara yaitu:  1. Skala horizontal sama dengan skala vertical Car ini akan menggambarkan keadaan yang sama dengan keadaan sebenarnya dilapangan sehingga konfigurasi relief tidak jelas. Tetapi untuk tujuan tertentu hal ini penting untuk dibuat, sebab bila dengan pembesaran skala kadang akan membuat kesalahan. 2. Skal vertical diperbesar atau denag skal exaggeration Atau bisa dikenal dengan VE, sedangkan skala horizontal tetap, gambar yang dihasilkan akan lain keadaan yang sebenarnya, dan relief yang ditampilkan akan tampak lebih jelas. Profil suatu wilayah perlu dibuat, untuk memberikan gambaran yang paling mudah dimengerti tentang suatu lereng yang digambarkan sepanjang garis tertentu. Pembuatan vertical exageration tergantung dari:  ...

Peta dan Ketelitian Penggambaran

1. Kartografi  Kartografi adalah seni, ilmu pengetahuan dan teknologi tentang pembuatan peta-peta, sekaligus mencakup studinya sebagai dokumen-dokumen ilmiah dan hasil karya seni (International Carthography Association, 1973). Oleh ICA telah ditetapkan bahwa kartografi mempunyai lingkup operasional dimulai dari pengumpulan data, klasifikasi, analisa data, sampai kepada reproduksi peta, evaluasi dan penafsiran daripada peta. (Sudihardjo, 1977, hal 1). Dengan demikian tujuan kartografi adalah membuat peta dengan mengumpulkan data, memproses data dan kemudian menggambarkan data tersebut kedalam bentuk peta.  Mengacu dari definisi kartografi sebelumnya, kartografi sekarang didefinisikan sebagai penyampaian informasi geospasial dalam bentuk peta. Hal ini menghasilkan pandangan, tidak hanya sebagai pembuatan peta semata, tetapi penggunaan peta juga termasuk pada bidang kartografi. Dan benar bahwa hanya dengan menelaah penggunaan peta, dan pengolahan peta, dan pengolahan inform...

Geomorfologi Daerah Parangtritis

Daerah Parangtritis berada pada empat formasi geologi, yaitu Aluvium (Qa), Endapan Merapi Muda (Qmi), Formasi Wonosari (Tmwl), dan Formasi Nglanggran (Tmn). Aluvium (Qa) dan Endapan Merapi Muda (Qmi) terbentuk pada zaman kuarter. Formasi Wonosari (Tmwl) terbentuk pada kala Mioesen akhir hingga Pliosen. Formasi Nglanggran (Tmn) terbentuk pada kala Miosen (Rahardjo et al., 1995). Setiap formasi geologi tersusun oleh beberapa endapan permukaan maupun batuan. Formasi aluvium (Qa) terdiri dari kerakal, pasir, serta lanau dan lempung (Rahardjo et al., 1995). Endapan Merapi Muda (Qmi) di Daerah Parangtritis adalah ekstrusi lava di Parangkusumo. Batuan penyusun Formasi Wonosari (Tmwl) yang ditemukan adalah satuan batugamping. Satuan batugamping di sekitar Daerah Parangtritis antara lain batugamping berlapis, satuan batugamping bertekstur kristalin, satuan batugamping bertekstur fragmental, dan batugamping terumbu. Formasi Nglanggran (Tmn) di sekitar Daerah Parangtritis adalah satuan breksi a...